Monday, April 9, 2012

Tangga Nada Minor

Tangga nada adalah hal yang menurut saya paling mendasar untuk dipelajari pada semua alat musik. Tanpa tangga nada, kita tidak akan benar - benar paham bagaimana sebuah lagu dimainkan. Tangga nada musik pop biasa berbeda dengan tangga nada musik galau yang menyayat hati. Tangga nada musik etnik Jawa berbeda dengan tangga nada etnik Sunda. Tangga nada lagu tokekan Cina berbeda dengan tangga nada enchanting Timur Tengah, Arab dan sekitarnya. Tangga nada adalah yang mendasar bila kita ingin belajar alat musik. Pembahasan kali ini adalah mengenai tangga nada minor. Karena saya bermain electone, saya akan memberikan penerapan tangga nada pada permainan keyboard dan electone.


MENGENAL TANGGA NADA MINOR

Tangga nada minor kita temukan dalam lagu - lagu sendu atau yang terkesan galau. Beberapa seniman menyebut tangga nada ini feminis, sedangkan maskulinnya adalah tangga nada mayor. Sobat pembaca akan mudah mengenali pemakaian nada - nada minor jika lagu yang dimainkan terkesan kontemplatif dan membuat bulu kuduk merinding. (meskipun ini sangat relatif ya. XD)

Ada 3 macam tangga nada minor, yaitu minor natural, minor harmonis, dan minor melodis.

1. Tangga nada minor natural

Minor natural memiliki interval nada: 1 - 1/2 - 1 - 1 - 1 - 1/2 -1
maka urutan nada dibandingkan mayornya adalah:
I - II - IIIb - IV - V - VIb - VIIb - VIII (I tinggi)
yaitu menurunkan nada III, VI, dan VII dari mayornya agar sesuai interval tangga nada minor.

Coba kita ganti tangga nada A menjadi Am:
A mayor: A - B - C# - D - E - F# - G# - A
A diminorkan: A - B - C#b - D - E - F#b - G#b - A, dan dengan demikian
A minor: A - B - C - D - E - F - G - A

Ternyata tangga nada Am relatif mirip dengan satu tangga nada mayor bukan? Ini yang disebut minor relatif. Tangga nada minor natural adalah minor relatif dari satu tangga nada mayor.
Mari kita bandingkan tangga nada Am natural & C.
Am : A - B - C - D - E - F - G - A
C : C - D - E - F - G - A - B - C
Nada - nadanya sama, maka Am adalah minor relatif dari C.

C mayor memiliki minor relatif A minor, F mayor memiliki minor relatif G minor. Berikut daftarnya:

Mayor < = > Minor relatif
C < = > Am
D < = > Bm
E < = > C#m / Dbm
F < = > Dm
G < = > Em
A < = > F#m / Gbm
B < = > G#m / Abm

Menghafal minor relatif dari mayornya akan lebih mudah daripada menghitung urutan tangga nada dengan interval minor. Saya sendiri tidak pernah hafal interval minor. Toh, yang penting bisa main kan? XD

Tangga nada minor natural akan mendasari 2 tangga nada minor berikutnya.

2. Tangga nada minor harmonis

Tangga nada minor harmonis diperoleh dengan menaikkan setengah laras nada VII dari tangga nada minor natural. Namun tidak seperti tangga nada mayor, tidak ada perubahan tanda mula pada minor harmonis. Nada VII dinaikkan saat bermain, yaitu memakai tanda aksidental kres / sharp. Karena nada VII dinaikkan setengah laras, otomatis nada tersebut pada akor yang dimainkan juga harus dinaikkan setengah laras.

Contoh untuk tangga nada Am harmonis:
Tangga nada: A - B - C - D - E - F - G# - A

Urutan nadanya dengan demikian serupa juga dengan minor natural, hanya menaikkan setengah laras nada VII, yaitu: I - II - IIIb - IV - V - VIb - VII - VIII

3. Tangga nada minor melodis

Ini adalah tangga nada yang unik menurut saya. Terdapat 2 bagian dari tangga nada minor melodis yaitu tangga nada minor melodis naik (ascending melodic minor scale), nada I ke VIII, dan tangga nada turunnya (descending melodic minor scale), nada VIII ke I.

Tangga nada minor melodis naik didapat dengan menaikkan nada VI dan VII dari tangga nada minor natural.
Hasilnya: I - II - IIIb - IV - V - VI - VII - VIII

Tangga nada minor melodis turun adalah serupa dengan natural, yaitu:
I - II - IIIb - IV - V - VIb - VIIb - VIII

Dengan demikian, kita peroleh urutan nada minor melodis untuk tangga nada Am adalah:
A - B - C - D - E - F# - G# - A' - G - F - E - D - C - B - A
|_________________||_________________|
(ascending melodic minor) -(descending melodic minor)

Pusing? Saya juga pusing jelasinnya. Namun tangga nada ini agak jarang dipakai, konsistensi tangga nada naik dan turunnya pun bervariasi, sesuai mood pemusik masing - masing (mungkin lho. Wkwkwk) Jadi mainkan saja dan nikmati.

PROGRESI AKOR

Seperti pada tangga nada mayor, akor untuk tangga nada minor juga diperoleh dengan menekan not 1 - 3 - 5. Loncat 1 tuts setelah nada sebelumnya. Namun, karena ada 3 macam tangga nada, saya akan mencantumkan akornya secara berbeda. Untuk minor melodis, saya belum terlalu tahu, jadi akor di sini adalah pada natural dan harmonis.

Am natural, progresi akornya sama seperti C:

Akor I = Am = A - C - E
Akor II = Bdim = B - D - F
Akor III = C = C - E - G
Akor IV = Dm = D - F - A
Akor V = Em = E - G - B
Akor VI = F = F - A - C
Akor VII = G = G - B - D

Am harmonis, naikkan not VII setengah laras. Yang berbeda saya beri keterangan.

Akor I = Am = A - C - E
Akor II = Bdim = B - D - F
Akor III = Caug = C - E - G# (disebut C augmented)
Akor IV = Dm = D - F - A
Akor V = E = E - G# - B (adalah E mayor)
Akor VI = F = F - A - C
Akor VII = G#dim = G# - B - D (disebut Gis diminished)

Progresi akor lainnya kita temukan dengan mudah pula dengan formasi I - III - V ini. Mengenai macam - macam akor seperti akor Mayor7, Dominan7, Minor, dll, kita akan bahas secara khusus pada tulisan mengenai macam - macam akor.

No comments:

Post a Comment

Thanks for reading. Further thanks for commenting. :D

Post a Comment